Mentoring Bisnis di TLOGO IJO BARU: "JANGAN TAKUT DIMADU"

Add Comment
Jumat ini cuaca Banjarbaru cerah. Setidaknya hingga menjelang azan Zhuhur yang menandai waktu sholat jumat. Membuat rencana hari ini ke Banjarmasin untuk mengikuti Mentoring Bisnis di RM TLOGO IJO Baru sedikit bergeser. Beruntung hari itu, Haji Roem -begitu biasa kami memanggilnya- bersedia memberikan tumpangan agar bisa berangkat meskipun terlambat.
Perjalanan menuju Banjarmasin dilalui dengan kecepatan sedang. Dan ternyata, cuaca menuju Banjarmasin tidak menunjukkan tanda-tanda turunnya hujan. Membuat kami berpikir, seandainnya saja bisa berangkat lebih awal.

Rumah Makan Tlogo Ijo Baru
Sudah berkumpul saat itu peserta mentoring yang duduk di salah satu sisi Rumah Makan TLOGO IJO Baru. Termasuk mas Budi yang juga merupakan pemilik Rumah makan yang katanya secara tidak sengaja menyebut "jangan takut dimadu" sebagai tagline yang menarik -setidaknya dalam pandangan saya.

Siang itu, pembahasan berfokus pada pemanfaatan sosial media dan persiapan pembukaan OMNIVORA Cafe banjarbaru-nya Haji Roem. Khusus untuk sosial media, sepertinya memang Pekerjaan Rumah (PR) itu sudah dikerjakan beberapa di antaranya oleh mas Budi dengan aktifnya akun facebook RM Tlogo Ijo Baru selama kurang dari sepekan ini. Meski menurut pengakuan mentor saat itu, bisnisnya sendiri harus melalui dua bulan yang belum mendapatkan satu klosingpun. Ups! Jadi buka kartu. Hehehe. Karena memang bisnis yang dijalankan beliau yang juga ketua TDA Banjarmasin ini tidak mudah untuk klosing karena harga yang ditawarkan bernilai jutaan. 

Obrolan terus mengalir dengan hangat. Dan berakhir di saat azan menggema di waktu shalat ashar sembari kami seruput Es Campur yang sengaja disuguhkan gratis oleh mas Budi. "Ini menu baru. Termasuk yang juga akan kita launching, 'rawon iga bakar'".

kolam RM Tlogo Ijo
Sekilas, sepertinya sulit menemukan rumah makan dengan konsep asri seperti RM Tlogo Ijo Baru ini berada di tengah-tengah kota banjarmasin yang padat. Kalaupun ada, kita akan menemukannya jauh di ujung-ujung kota. Kita bisa bayangkan, ada kolam di sini. Dan beberapa bagian dari Rumah Makannya lebih mirip saung di pedesaan seolah mengajak kita untuk back to nature dan mencintai alam. Pelangganpun bisa duduk melantai lesehan sembari bercengkrama dengan keluarga dan rekan-rekan kerjanya.

Waktu saya tanya, soal name-tag yang masih bertuliskan "Pondok Dahar" di atas meja-mejanya. Kata mas Budi, itu sama aja. Pondok Dahar juga berarti Rumah makan kalau dalam bahasa jawa. Memang, Rumah Makan TLOGO IJO Baru ini sudah mengalami evolusi beberapa kali. Setidaknya yang saya ketahui seperti itu. Sejak beranama Pondok Dahar yang bagian depannya berpagar galam, lalu berganti jadi Tlogo Ijo dan akhirnya berganti dengan nama yang sekarang menyimpan cerita-nya sendiri-sendiri.

RM Tlogo Ijo Baru
Budi, yang memang berasal dari jawa sepertinya sulit untuk melepaskan embel-embel ke-jawa-annya sehingga nuansa jawa sudah sangat lekat dari namanya saja. Walaupun, semakin kesini. Beliau inginnya tempat makan yang sempat jadi "markas" master POKEMON GO ini jadi Rumah Makan khas Banjar. Ya... kalau berubah jadi begitu, terpaksa harus merubah nama dan logo (lagi). Mungkin akan jadi Rumah Makan Telaga Hijau. Hehehe. Walau begitu, sepertinya brand Tlogo Ijo akan tetap dipertahankan. Agar orang juga tahu, bahwa orang jawa saja cinta dengan masakan banjar (mungkin).

Obrolan dilanjut selepas ashar. Walau salah satu peserta sudah pulang lebih dahulu. Saya sih tidak menyebut itu obrolan, karena beberapa peserta malah lebih sibuk dengan smartphonenya. Entah menjawab chat, browsing ataupun menerima permintaan pertemanan yang lebih dari 150 sehari ini di halaman facebook Ka Ilmi. 

Kita tidak perlu kaget dengan kondisi seperti itu. Karena di sinipun ada beragam keadaan selain untuk makan. Ada gelak tawa pengunjung yang lagi reunian, ada mimik serius pertemuan rapat hingga temu komunitas, berburu pokemon ataupun wajah fokus mengisi perut yang sudah mulai keroncongan.

Tlogo Ijo Baru
Sampai pada satu titik dimana, Saya dan Haji Roem ditawari untuk makan Rawon Iga bakar. Mas Budi ikut menemani makan, dan Haji Roem yang sedari tadi tidak terlalu tertarik untuk makan, memutuskan untuk ikut makan setelah melihat rawon diantar ke meja. "ngiler nih melihat dan mencium aromanya...".

Karena menu baru, kami saat itu diberi gratis (lagi) oleh mas Budi. Wah, jadi enak nih. Sering-sering aja. Hehehe, ngarep!. Hingga setengah enam, usai rawon habis disantap kami beranjak pulang untuk melanjutkan agenda berikutnya. Namun hujan sedang ingin menunjukkan wajah gelapnya. Sehingga kami harus buru-buru berangkat. Sempat ditawari untuk pakai mobil miliknya mas Budi, tapi kami tolak karena agenda kemungkinan akan berakhir tengah malam.

Di sela-sela  waktu pamitan, saya berpikir dalam-dalam. Tagline yang pas untuk Rumah Makan ini apa ya? Karena selama ini sepertinya belum benar-benar kena. Belum nonjok. Di sini, Rumah Makan Tlogo Ijo Baru ada banyak sekali menu. Seperti Ayam Bakar Madu, Itik Bakar Madu, Patin dan Nila Bakar (mungkin juga madu). Sampai suatu ketika dalam obrolan lain di sosial media mas Budi berujar "Jangan Takut dimadu" secara tidak sengaja. Saya bilang, kayanya itu pas. Berhubung, karena akan buka "cabang" boot dengan Judul: "Ayam Bakar DIMADU". 
Rumah Makan Tlogo Ijo

Sepertinya menarik. Walaupun, tidak semua (atau banyak ya?) perempuan akan senang dengan kalimat itu. Siapa juga perempuan yang mau dimadu? Kecuali diajak makan bareng "AYAM BAKAR MADU"

Rumah Makan Tlogo Ijo Baru
=======================

Baru sempat ditulis pada 30 Agustus 2016, setelah teringat kembali dengan Rawon Iga Bakarnya RM Tlogo Ijo Baru

Medsos, Dari Obrolan Menuju Perubahan

Add Comment
Medsos, Dari Obrolan Menuju Perubahan
Akhir-akhir ini sering saya amati, beberapa isu sederhana sampai sensitif (semisal politik) sering bergulir dimulai dari media sosial. Khusus di kalsel, wabilkhusus Banjarmasin-Banjarbaru penggunaan Facebook seolah sudah menggantikan obrolan di warung kopi. Tidak hanya isu, event juga menemukan gairahnya saat ide awalnya diblow-up melalui like, komen dan share.

Apatah lagi, mereka yang memulai obrolan itu berjenis buzzer dan influencer. Yang kalau mereka update status singkat saja, puluhan hingga ratusan komen berhamburan.

Selain bernada santai, positif dan proaktif, tidak jarang kita temui status yang sangat provokatif, negatif bahkan nyinyir yang terlalu.

Walau ada juga, yang menggunakannya sebagai ladang untuk meraih popularitas dengan menyebar isu kontroversi bahkan kebencian terhadap SARA.
Dari status Facebook saya

Fenomena Pedagang Jumatan

Add Comment


Seperti lazim kita lihat pada sebagian besar masjid di Kalimantan Selatan pada momen salat Jumat berhamburan para pedagang dadakan. Memang tidak semua, namun kondisi ini jamak terjadi. Dan entah siapa yang memberi komando bahwa berdagang di area masjid jadi aktifitas "wajib" setiap pekannya. Umumnya adalah gerobagan penjual pentol goreng, pentol daging, tahu dan aneka jajanan lain. 

Mungkin fenomena ini tidak terjadi di kota dan daerah lain. Entahlah. Karena selama ini saya tidak pernah menemukannya.

pedagang Di depan gerabang masjid
Dalam lebih kurang sebulan terakhir, pasca Ramadan. Para pedagang di masjid Agung Munawwarah -tempat biasanya kami shalat jumat- Banjarbaru sudah tidak lagi meluber di depan pintu gerbang. Sepertinya, pengurus masjid sudah mulai mencoba merangkul pedagang dengan memberikan ruang di salah satu sisi halaman parkir masjid. Kondisi seperti ini tentu memberi kredit tersendiri kepada pengurus masjid agar para pedagang lebih tertib. Entah tertib dalam soal kebersihan ataupun kedisiplinan mereka untuk berjualan hanya pada waktu yang tepat.

\Area khusus pedagang di masjid Munawwarah
Beberapa masjid, memang secara tegas diberlakukan aturan tak tertulis oleh pengurus yang melarang para pedagang aktif berjualan. Banyak alasan yang dikemukakan, khususnya yang berkaitan erat dengan ke-khusyuk-an pelaksanaan ibadah Jumat. 

Baca Juga: Mengatasi Kantuk Berat saat Salat Jumat

Menurut saya, ada beberapa poin kritis yang perlu dilihat dari keberadaan pedagang itu setiap jumatnya.

1. Jadwal Buka dan Tutup Jualan

Ini krusial. Karena di dalam ibadah jumat, bahkan disinggung dalam al quran dan juga hadits, kita tidak boleh beramal lain selain ibadah jumat. Termasuk di dalamnya aktivitas jual beli. Jangakan jual beli, berbicara atau menegur orang bicara saja bisa merusak pahala jumat. Di beberapa masjid "kaum tua" sering tuh dikumandangkan muadzin "waman laghoo falaa jum'atalah...". Sesiapa yang berbuat lagho (sia-sia) maka tiada jumat baginya, begitu kira-kira terjemahan bebasnya.

Di dalam teks wahyu, Allah dijelaskan 

\Surah Al Jumuah: 9


Dalam ayat selanjutnya dijelaskan pula bahwa setelah salat, bertebaran lah di muka bumi untuk mencari penghidupan. Dan ini berarti, kalau sudah selesai salat boleh melakukan apa saja yang berkaitan dengan perniagaan. 

Kondisi seperti ini juga berlaku bukan hanya kepada pedagang. Tapi juga jamaah masjidnya. Sering yang terjadi malah, khatib bahkan sudah khutbah di atas mimbar masih ada saja jamaah yang berjual beli. Tentu akan jadi Pekerjaan Rumah kita semua.

2. Kebersihan Lingkungan Masjid

Sewaktu dulu di masjid kampus, sering saya perhatikan para pedagang ada saja yang nakal. Sehabis berjualan mereka malah pergi tiada jejak lagi dengan menyisakan bekas lidi, bekas tomat, kantong plastik dan lainnya. Ini akan menyisakan pekerjaan tambahan bagi marbot/ pengurus masjid untuk membersihkan remah dagangan itu. 

Beberapa pedagang saya lihat sudah mulai sadar dengan kondisi ini. Sebelum pulang mereka bersihkan sisa-sisa dagangan mereka yang berceceran di tanah, selokan dan tempat di mana saja mereka berjualan.Tentu saja, kewajiban untuk membuat lingkungan masjid bersih dan nyaman bukan hanya tugas pedagang itu saja. Tapi jamaah yang jadi pembeli juga harus memperhatikan.

Saya sendiri, sebagai pribadi sudah mulai membiasakan untuk menyimpan sisa-sisa makan jajanan itu sebelum dibuang ke tempat sampah. Apalagi kalau pas beli pentol goreng. Setiap lidi bisa jadi pengingat, sudah berapa tusuk yang dimakan. Hehehe.

Yang tidak kalah penting soal kebersihan ini adalah soal bagaimana kebersihan pengolahan dan penjualan makanannya. Yang kadang juga tidak kita perhatikan.

3. Makan Sambil Berdiri

Kalau sunnah-nya, kita makan itu duduk. Tidak berdiri. Ini mungkin bisa jadi Pekerjaan rumah para pedagang untuk menyediakan kursi kepada pembeli agar bisa makan sembari duduk. Bahkan, menurut pendapat beberapa ulama makan sambil berdiri itu hukumnya makruh. Soal orang mau baca doa atau tidak, itu tak nampak bagi kita karena bisa dilafalkan di hati. Namun, jika soal berdiri saat makan, itu sangat terlihat.

Makan Sambil Berdiri
Jika sulit juga bagi para pedagang menyediakan kursi, mungkin elok pula pengurus masjid menyediakan tempat duduk di taman parkir. Biar sekalian tempat berteduh. Saya perhatikan, masjid Al baytar di kampus ULM Banjarbaru sudah melakukannya.

4. Transaksi Jelas

Saya tidak mengamati bagaimana orang lain makan di tempat dan kemudian bayar. Tapi berdasarkan pengakuan beberapa pedagang, sering ada saja pembeli yang nakal. Makannya banyak, eh pas bayar koq uangnya tidak sesuai. Makan pentol sepuluh tusuk, bayarnya cuma lima ribu. Saya sendiri kadang merasa terlewatkan untuk menghitung berapa jumlah jajanan yang telah dimakan. Jadinya sebelum membayar, harus mengingat-ingat lagi berapa banyak yang sudah dimakan. 

Ada baiknya, karena orangnya terlalu banyak, transaksi jual belinya dilakukan di awal. Bayar di awal, baru dimakan. Lebih aman. 

5. Antisipasi Kantuk Menyerang

Ini khusus untuk jamaah. Sifat dasarnya, kalau makan apalagi yang memiliki karbohidrat tinggi, rentan sekali mendatangkan kantuk. Oleh karena itu, jika mau makan sebaiknya dilakukan setelah salat jumat. Biar setiap pesan takwa yang disampaikan khatib bisa dicerna dengan konsentrasi. Kalau ketiduran saat khutbah khan sama juga tidak dapat Jumat.

***

Mungkin ada yang ingin menambahkan? Dari pengamatan Al Faqir, mungkin 5 hal tadi yang bisa diperhatikan untuk menjaga kekhusyukan pelaksanaan salat jumat. Jika ingin menambahkan, silakan masukkan di kolom komentar. Sehingga, kita tidak bisa melihat permasalahan pedagang di saat shalat jumat itu sebagai sebuah masalah. Tapi sebagai Fenomena yang jadi solusi bagi pedagang atau bahkan jadi masalah bagi pengurus masjid dan jamaah.

Baca Juga: Mengatasi Kantuk Berat saat Salat Jumat 


***

Fenomena Pedagang Jumatan ini sebenarnya kalau dilihat dari ilmu marketing dan penjualan terlihat sebagai fakta menarik tapi biasa. Karena kehadiran para pedagang ini seperti memberi gula di sarang semut. Mereka berdagang mendekati market yang sangat luas. Bayangkan saja, jika masjid Agung Al Munawwarah ini berjumlah seribu orang, berapa jumlah uang yang berputar di situ?

Ternyata, selain jumatan beberapa pedagang juga sering memanfaatkan momen-momen acara seperti walimah pernikahan, event musik, acara olahraga dan lain-lain. Seperti benar kata pepatah "Dimana Ada Gula, di Situ ada semut". Walau sebenarnya saya, sebagai seorang marketing ingin mengatakan pepatah sebaliknya, 

"Kalau Ingin ada semut, maka sedikanlah GULA"
- HendraMadjid   

Strategi Jualan: Jangan Pasif atau Terlalu Agresif

Add Comment
Istri Saya, beberapa waktu lalu pergi ke pasar untuk membeli sebuah mesin setrika. Saat berada di pasar, dia harus menunggu lama untuk ditanggapi oleh penjual alat elektronik. Karena sepertinya, pedagang itu sedang sibuk dengan orang lain. Bagi sebagian orang, saat datang dan ingin membeli sesuatu di pasar. Tinggal panggil pembelinya lalu bertanya secara langsung soal barang yang ingin dibeli. Umumnya, mereka akan dapat langsung respon. Mungkin karena istri saya suaranya tidak terlalu besar agar didengar atau lebih tepatnya, dia bukan tipe orang yang dominan kalau berurusan dengan orang lain. Jadilah akhirnya untuk urusan itu dia "dikacangin".

Ini bukan istri saya, cuma untuk ilustrasi

Dan pada akhirnya, di hari itu dia tidak jadi beli mesin setrika. Bukan rezeki pedagang itu tuh.

Ngomong-ngomong soal "dikacangin", tadi malam saya juga sempat mengalaminya. Saat membeli kacang rebus di pasar Karang Rejo. Asli deh. Beberapa kali saya panggil penjualnya yang sedang asyik membantu pedagang lainnya menjual dan membuat pentol goreng. Kalau bukan karena pengen kacang, saya akan tinggalkan pedagang itu. 

Pernah mengalami hal serupa? Barangkali, ini sering terjadi di daerah tertentu yang pedagangnya tidak terlalu peduli dengan calon pembelinya. Sehingga lebih memilih sibuk dengan urusan lain. Semisal lebih sibuk dengan bahan rumpian-nya atau bahkan sibuk bermain game (saya pernah temui). Ini sebenarnya mau jualan apa tidak sih?

Untuk beberapa fakta, seperti yang sering juga saya temukan di pameran di Banjarmasin/ Banjarbaru. Para penjaga stand lebih sering pasif untuk melakukan prospek kepada calon pelaggannya. Entah karena sibuk dengan urusan lain, atau karena malas sebab ia merasa terjebak dalam pekerjaan itu. 

Berbeda dengan apa yang kami (saya dan istri) sebelumnya saat sedang mencari smartphone baru di Duta Mall Banjarmasin. Saat memasuki salah gerai handphone, kami seolah-olah dikejar sama sales-man. Kami pergi ke bagian IPhone dia ikuti. Kami lari ke LG dia ikuti. Kami hampiri Sony, dia mendekat. Sampai akhirnya kami mentok di bagian Lennovo dia-pun sudah bersiap dengan kuda-kuda jualannya. 

Karena merasa risih dikuntit terus, kami memutuskan untuk meninggalkan gerai itu. Dengan sedikit basa-basi soal salah satu varian dari merk Lennovo. Dan anda pasti paham, tak sampai 5 menit kami sudah pergi dan tidak membeli apapun di gerai itu. 

Menurut saya, sales-man ini terlalu agresif sehingga membuat kami merasa takut. Entah karena dia sedang berada dalam target yang besar ataukah curiga kalau kami adalah teroris. Aduh! 

Walau kemudian saya sadar. Bahwa kondisi seperti ini juga sering saya temukan saat berkunjung ke Tanah Abang ataupun Pekan Raya Jakarta. Tapi, di Gerai Handphone Duta Mall ini menurut saya keterlaluan. Sebagaimana keterlaluannya orang yang menawarkan tanah kepada kami. Yang hampir setiap jam dihubungi. 

***

Saya tidak berupaya untuk membuat argumen dengan cerita di atas. Bahwa profesi penjual itu tidak baik. Karena pada faktanya, sayapun adalah seorang penjual. Seorang Sales-man, seorang marketing. 

Menurut hemat saya, seorang penjual tidak boleh terlalu pasif. Tidak juga terlalu agresif meng-konversi lead mereka menjadi buyer. Karena biar bagaimanapun seperti yang sudah pernah saya singgung sebelumnya, orang itu tidak suka dijualin. Tapi mereka senang belanja.

Itu sifat alamiah manusia. 

Coba jawab, saat anda subscribe layanan email tertentu dan penyedia layanan tersebut mengirimkan anda email setiap hari apa yang anda rasakan? Meski tidak secara langsung menawarkan produk, tapi saya sendiri merasa risih jika harus mendapat email setiap hari. Apalagi, jika setiap kirim email, isinya adalah jualan. Paling lama bertahan, marketer seperti ini dapat pelanggan selama satu bulan. Bulan berikutnya, lebih banyak orang yang akan unsubscribe.

Lebih parah lagi, jika anda tidak merasa subscribe tapi tiba-tiba dapat email semacam itu. Jadinya, kita seolah-olah hadir di listing email mereka sebagai pasar saja. Yang setiap harinya harus membuang email-email tersebut ke folder spam karena merasa itu tidak pernah kita butuhkan.

Sebagian yang tidak terlalu peduli dengan email, mungkin akan merasakanya saat terus mendapatkan broadcast BBM atau tag di akun facebook terhadap produk jualan tertentu. Kita jadi objek jualan, pada produk yang tidak ingin kita beli. 

Sebagai seorang penjual, apakah saya tidak pernah melakukan ini? Pernah, tapi ujung-ujungnya saya taubat karena merasa metode ini tidak efektif. Meskipun tetap ada yang terjual di lapak saya. Jangankan jualan langsung, update status yang terlalu sering saja sudah banyak teman yang menekan tombol unfriend, block ataupun delcon. Apalagi kalau setiap momen saya lakukan hard selling.

***
Ini adalah keresahan saya sebagai seorang pembeli sekaligus penjual. Ada beberapa metode yang menurut saya bisa jadi jadikan sebagai sarana untuk berjualan yang efektif dan efisien. Salah satu metode itu adalah covert selling. Semoga kita bisa bahas di kesempatan lain.

Yang pernah saya tulis, adalah soal story selling. Boleh dibaca sebagai salah satu referensi. Berikut linknya:

 
Sumber Gambar: Kontan

Rindu

Add Comment
Rindu itu adalah
Anugerah dari Allah
Insan yang berhati nurani
Punya rasa rindu
Rindu pada kedamaian
Rindu akan ketenangan
Rindu pada kebenaran
Rindu kepada Tuhan...
-Rindu- Hijjaz


Salah satu kepingan puzzle dari cinta yang melekat adalah menggebunya rindu. Yang oleh sebagian pecinta membara di awal, memudar karena berkurangnya jarak. Betul, rindu muncul karena sudah muncul jarak antara subjek percintaan. Adalah khawatir kita, pabila jarak bertambah tidak ada getar rindu sama sekali.

Rindu kepada orang tua, rindu kedamaian,

Mourinho Jadi Manajer MU, Welcome Jose.

18 Comments
Tidak tahu saya, apakah harus bergembira hati atau bersedih saat Manajemen Manchester United hari ini resmi menunjuk Jose Mourinho sebagai manajer baru. Bersedih karena bukan Giggs yang jadi Manajer? Tidak suka dengan dia? Absurd. Toh CV Mourinho sebagai pelatih kelas dunia yang menjuarai Liga Champions bersama Porto dan Inter MIlan tidak jelas-jelas harus membuat saya merasa bahagia. Sebagaimana fans-fans MU lainnya yang kadung rindu sejak pertengahan musim lalu. 

Welcome Jose

Ada taggar #welcomeJose yang sekarang sudah beredar yang menandakan secara resmi, Mou jadi Manajer MU.
Bukankah publik Old Trafford sangat haus akan prestasi. Meski dahaganya sudah terobati dengan hadirnya piala FA yang kembali dijunjung tinggi setelah terakhir pada 2004. Diyakini, bahwa kehadiran pria kebangsaan Portugal itu akan membuat MU kembali ke jalur yang benar. Insyaf menghuni 2 besar yang dalam 3 tahun terakhir tidak terjadi.
video

Kalau soal prestasi, cobalah tengok beberapa catatan berikut:

  • Selama menjadi pelatih, Mou setidaknya sudah menangani 6 klub. Benfica pada tahun 2000, Lalu ada Uniao de Leiria, Porto, Chelsea, Inter Milan, lalu Real Madrid. Meskipun, pada tahun ini Mourinho di-PHK sebelum masa kontraknya berakhir di Chelsea dengan performa buruk setelah setahun sebelumnya jadi juara.

  • Selama karier, Mou sudah memimpin timnya memainkan 513 pertandingan di 6 klub tadi.

  • Selain itu, Mourinho sudah meraih setidaknya 32 penghargaan. Termasuk dua kali menjadi kampium liga champions, tiga kali juara Premier League, dua skudeto Serie A, satu juara La Liga dan dua kali juara Liga Portugal. Selain itu, ada pula gelar minor berupa 3 juara Piala liga, satu kali juara piala FA dan satu kali juara Community Shield.

  • Mourinho menjadi adalah pelatih Chelsea kedua yang menangani MU stelah Dave Sexton pada tahun 1981, dan dalam 20 kali pertemuan dengan MU meraih 9 kemengangan, 9 seri dan hanya satu kali kalah.

(Sumber: Detik)

Jika melirik catatan terakhir di atas, tentunya ini seperti akward moment. MU hanya pernah mengalahkannya sekali sepanjang sejarah.

Selain itu, Mou juga sering berceloteh soal MU. Saat menjadi pelatih Porto dan memenangkan Liga Champions, Mou mengalahkan MU di babak 16 besar. "Dia mempunyai beberapa pemain kelas dunia dan mereka seharusnya mencapai prestasi yang lebih baik lagi. Anda akan bersedih jika tim anda didominasi oleh lawan yang dibangun dengan 10% dari budget mereka" Jelas Mourinho menyinggung Sir Alex yang saat itu jadi pelatih MU.

"Sir Alex memang pintar, jika anda bisa mengatakan itu, dsaat jeda pertandingan dengan memberikan tekanan untuk wasit. Di babak kedua ada peluit dan peluit, pelanggaran serta pelanggaran, kecurangan dan kecurangan." Ini disampaikannya demi menyingung (lagi) Sir Alex saat Chelsea mengalahkan MU di babak semifinal Piala Liga Inggris.

Selain itu, ada pula singgungan terhadap David Moyes dan Louis Van Gaal. Tidak perlu kiranya saya masukkan di sini. hehe. Atau tentang bagaimana perasaannya mengenai Theater of Dreams.

Belakangan, Mou merasa terhormat dan siap menangani MU saat pengumuman resmi klub pada hari ini.

video

Yah. Kalau boleh dibilang, sebagai fans saya hanya bisa menunggu. Apa yang akan terjadi selanjutnya. Tidak bisa juga protes karena memang itulah kebijakan klub yang mungkin sudah mempertimbangkan sangat matang hingga pilihan akhirnya jatuh pada MU. Walaupun kabarnya, sempat alot terkait dengan klausul-klausul soal personal brand yang masih berkaitan erat dengan Chelsea.

welcome Jose
Yang jelas, kita (fans MU) tidak berharap parkir bus hadir dari pekan ke pekan. Atau tidak ingin melihat bagaimana Rashford, Lingard atau pemain-pemain muda lain terpinggirkan walau bersinar pada musim ini.

Welcome Jose.

Sumber Foto dan Video: Instagram Manchester United (@manchesterunited)

Labels

Catatan (61) Inspirasi (22) Marketing (14) bisnis (11) Kritik (10) Puisi (10) Kuliner (8) Opini (8) Teknologi (8) Properti (6) Download (3) Resensi (3)